Tradisi Sunat Sifon di Timor Tengah Selatan

Publikasi Minggu, 24 Januari 2016 oleh Achmad Maulidi,
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki adat unik saat melakukan tradisi sunat tradisional. Pada masa lalu, pria dewasa baik yang sudah berkeluarga maupun lajang akan melakukan sifon yaitu setelah disunat seorang pria wajib berhubungan badan dengan wanita lain. Wanita tersebut disediakan oleh tukang sunat tradisional.

Tradisi Sunat Sifon di Timor Tengah Selatan
Pria Timor Tengah Selatan - Foto Leonardus Nyoman
Tradisi sunat tradisinal yang dilakukan pria dewasa di kab TTS - NTT, umumnya bisa sampai tiga minggu atau satu bulan untuk kembali ke rumah. Jadi, pria dewasa yang sudah berkeluarga saat akan pergi ke tukang sunat pria tersebut harus berpamitan kepada istri dan anak-anaknya menunggu sampai selesai sifon (berhubungan badan dengan perempuan lain).

Waktu untuk ritual sunat pun tidak sembarangan. Menurut adat setempat harus dilakukan pada saat jagung mulai berbulir yang mengandung makna wajah si laki-laki yang disunat akan bersinar. Itulah sebabnya pada musim jagung berbulir kaum wanita di TTS serta daerah lain di Pulau Timor enggan bepergian sendirian karena khawatir menjadi "korban" sifon. Selain itu cara sunat tradisional di sana, alat yang dipakai saat sunat bukan pisau melainkan dua bilah bambu atau ekor kuda yang dirancang khusus. Tukang sunat juga menyiapkan ramuan untuk mengurangi rasa sakit.

Sifon tidak lagi diwajibkan setelah sunat


Namun saat ini semua tukang sunat tradisional di Kabupaten Timor Tengah Selatan - NTT dan wilayah Timor pada umumnya telah mendapat pelatihan medis dan disumpah atau berjanji menurut ajaran agama masing-masing agar tidak menganjurkan pasien untuk praktik sifon lagi bagi setiap pria yang disunat, karena berdosa. Sekarang perempuan tidak disediakan lagi atau sifon sudah tidak lagi diwajibkan.

Jika ada yang mau sunat sifon, itu bukan tanggung jawab tukang sunat tradisional lagi. Itupun dianjurkan sifon setelah lukanya sembuh. Meskipun secara adat tidak diwajibkan lagi namun sebagian kaum pria di Kabupaten Timor Tengah Selatan sampai saat ini masih ada yang suka menjalani sunat tradisional sifon, meskipun jumlahnya cenderung menurun. Kemungkinan pada masa sekarang kaum pria yang menjalani sifon berhubungan badan dengan wanita pekerja seks komersial (PSK)

(Disarikan dari pos-kupang.com)



Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus