Macam-macam Kerangka Kebijakan Moneter

Publikasi Sabtu, 30 April 2016 oleh Achmad Maulidi,
Kerangka kebijakan moneter merupakan bagian integral dan berperan penting dalam langkah-langkah penguatan untuk mencapai kestabilan harga pada suatu negara. Kebijakan Moneter ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan tata kelola (governance) dalam mencapai kestabilan harga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Setiap negara memiliki kerangka kerja kebijakan moneter yang berbeda-beda sebagai kebijakan dalam transmisi moneter yang diyakini di dalam ekonomi tergantung pada kondisi ekonomi dan moneter negara yang bersangutan. Bahkan untuk suatu negara peraturan yang diterapkan dapat saja berubah.

Macam-macam Kerangka Kebijakan Moneter

Macam-macam Teori Kerangka Kebijakan Moneter

1. Monetary targeting

Kerangka Kebijakan Moneter mendasarkan pada pengendalian uang beredar (sbg. Intermediate target) dan uang primer(sbg. Sasaran operasional) untuk mencapai sasaran akhir, dengan berdasar kestabilan permintaan uang.

Kelebihan
  • Kebijakan moneter yang independen dapat fokus pada kondisi domestik. 
  • Memberikan signal yang cepat terhadap pencapaian target
Kelemahan
  • Bergantung pada hubungan yang stabil antara uang dan inflasi.

2. Exchange rate targeting 

Kerangka Kebijakan Moneter mendasarkan pada pengendalian nilai tukar (sbg intermediate target) untuk mencapai sasaran akhir (inflasi dan pertumbuhan ekonomi). 

Kelebihan
  • Mencegah inflasi dari kenaikan harga barang internasional
  • Sederhana dan jelas, masyarakat mudah mengerti
Kelemahan
  • Kebijakan moneter menjadi tidak independen. 
  • Dapat menimbulkan serangan spekulasi valas. 

3. Inflation targeting

Kerangka Kebijakan Moneter memfokuskan sasaran akhir pada target inflasi yang diumumkan. Untuk intermediate targetnya menggunakan inflation forecast, yang mendasarkan pada semua channel transmisi moneter. Biasanya dikombinasikan dengan suku bunga untuk penentuan operating targetnya.

Kelebihan
  • Sederhana dan jelas
  • Kebijakan moneter yang independen dapat fokus pada kondisi domestik. 
  • Tidak bergantung pada hubungan yang stabil antara uang dan inflasi.
Kelemahan
  • Dapat meyebabkan aturan yang rigid
  • Fluktuasi output lebih besar jika terfokus hanya pada inflasi (meskipun tidak menimbulkan masalah dalam prakteknya)
  • Signal tidak langsung terhadap pencapaian target.

4. Implicit Nominal Anchor (No Anchor).

Kerangka Kebijakan Moneter yang tidak menetapkan sasaran akhir dan intermediate tertentu. Tergantung penilaian dan keyakinan boards of governor. Untuk operating target biasanya menggunakan suku bunga.

Kelebihan
  • Kebijakan moneter yang independen dapat fokus pada kondisi domestik. 
  • Tidak bergantung pada hubungan yang stabil antara uang dan inflasi. 
Kelemahan
  • Kurang transparan
  • Keberhasilan sangat tergangtung pada individu
  • Kurang akuntabel.

Kerangka kerja Kebijakan Moneter tidak saja akan meningkatkan efektivitas dan good governance, tetapi juga semakin mempererat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah.


Macam-macam Kerangka Kebijakan Moneter - Kanal Pengetahuan

Referensi:
BI, Kebijakan Moneter dalam Kerangka Inflation Targeting : Materi Sosialisasi ITF Paket C untuk Umum, 2006, Jakarta. www.bi.go.id


Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus