Pengertian dan Teori Perdagangan Internasional

Publikasi Jumat, 20 Mei 2016 oleh Achmad Maulidi,
Pengertian perdagangan internasional secara umum adalah proses tukar menukar barang dan jasa antar negara/bangsa. Pelaksanaan perdagangan internasional ini sangat rumit dan komplek bila dibandingkan perdagangan di dalam negeri yang disebabkan karena politik, undang-undang, hukum, budaya, mata uang dan juga adanya dumping. Akan tetapi ada beberapa penyebab terjadinya perdagangan internasional, antara lain:
  1. Perbedaan sumber daya alam (SDA).
  2. Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
  3. Perbedaan kebudayaan.
  4. Mencari keuntungan.
  5. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Pengertian dan Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional

Saat ini perdagangan internasional bukan hanya bermanfaat untuk bidang ekonomi saja melainkan bermanfaat untuk bidang lain seperti politik, sosial, dan pertahanan keamanan. Beberapa model atau teori perdagangan internasional yang ada:

a. Teori Merkantilisme (Mirabeau)

Teori Merkantilisme, yaitu paham yang mengajarkan bahwa kemakmuran perekonomian suatu negara dengan memaksimalkan surplus perdagangan. Teori Merkantilisme mempunyai prinsip:
  1. Mencari logam mulia sebanyak-banyaknya 
  2. Mengusahakan neraca perdagangan aktif 
  3. Monopoli perdagangan 
  4. Memperluas daerah jajahan
  5. Membatasi impor dan meningkatkan ekspor
b. Teori Keuntungan Mutlak (Adam Smith)

Teori Keuntungan Mutlak berdasarkan pada pembagian kerja internasional yang menimbulkan spesialisasi dan efisiensi produksi dalam menghasilkan suatu barang. Teori keuntungan mutlak mempunyai prinsip:
  1. Kemampuan negara untuk mengembangkan produksi melalui perdagangan.
  2. Macam keuntungan ada dua, yaitu karena ilmiah dan teknologi.
  3. Dalam perdagangan, masing-masing negara akan mengadakan spesialisasi kerja pada produksi yang mempunyai keunggulan mutlak, yaitu jam kerja per hari yang paling kecil.
c. Teori Keuntungan Komparatif (David Ricardo)

Teori Keuntungan Komparatif berdasarkan pada perbandingan biaya yang dikeluarkan suatu negara dalam memproduksi suatu barang dibandingkan dengan negara lain sehingga negara dengan biaya rendah akan mengimpor dan negara dengan biaya yang tinggi mengekspor barang tersebut.

d. Teori Permintaan Timbal Balik (John Stuart Mill)

Teori Permintaan Timbal Balik sebenarnya kelanjutan dari Teori Keunggulan Komparatif yaitu melakukan kesimbangan antara permintaan dengan penawaran. Hal ini disebabkan baik itu permintaan maupun penawaran menentukan besarnya barang yang akan diekspor dan barang yang akan diimpor.


Pengertian dan Teori Perdagangan Internasional - Kanal Pengetahuan



Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus