Isu Kenaikan Harga Rokok 2016

Publikasi Senin, 22 Agustus 2016 oleh Achmad Maulidi,
Harga rokok naik secara drastis diperkirakan akan terjadi di tahun 2016. Isu kenaikan harga rokok naik menjadi sekitar Rp 50 ribu per bungkus atau naik 100 persen lebih pada bulan September 2016 dianggap bagi kalangan perokok tidak rasional. Namun pemerintah, dalam hal ini menteri keuangan membantah isu tersebut karena belum menetapkan besaran kenaikan tarif cukai rokok dalam APBN 2017.

Dirjen Bea Cukai juga membantah isu kenaikan harga rokok pada September 2016 dan baru akan terjadi di tahun depan. Itupun kenaikan rokok tidak sampai 100 persen. Secara reguler setiap tahun cukai rokok dinaikkan oleh pemerintah sekitar 11%-an. Kenaikan harga melihat kondisi pasar dan ekonomi dalam negeri serta akan diumumkan beberapa bulan sebelumnya. Dengan demikian asosiasi, industri rokok dan petani tembakau tidak kaget.

Isu Kenaikan Harga Rokok 2016

Alasan Harga Rokok Naik


Rokok yang merupakan hasil olahan tembakau ini menjadi salah satu penyumbang cukai paling besar di Indonesia. Harga rokok memiliki kecenderungan naik setiap tahun karena dipengaruhi banyak faktor seperti kenaikan cukai, bahan baku, sosial ekonomi dan lain sebagainya. Untuk kenaikan cukai, pemerintah juga melibatkan beberapa pihak terkait dalam menentukan kenaikannya.

Permasalahan rokok bukan masalah sederhana karena banyak faktor yang berkaitan serta kepentingan-kepentingan beberapa pihak mulai dari petani, industri sampai dengan kesehatan dan ekonomi. Kepentingan petani, kepentingan industri, kepentingan kesehatan, kepentingan buruh, kepentingan perekonomian negara dan masih banyak kepentingan lain lagi yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah dalam menaikkan harga rokok.

Isu Harga Rokok Naik 2016

Saat ini beredar di masyarakat harga rokok yang akan naik di bulan September 2016. 
  • Rokok Putih merek Marlboro dijual mulai dari harga Rp. 48.500 - Rp. 52.500
  • Dunhill dijual mulai dari harga Rp. 48.200 - Rp.50.200
  • Lucky Strike dijual seharga Rp. 43.800
  • Country dijual seharga Rp. 42.800
  • Pall Mall dijual mulai dari harga Rp. 42.500 - Rp. 43.800
  • Rokok Kretek Filter merek Djarum dijual mulai dari harga Rp.32.500 - Rp. 40.500
  • Djarum Kretek dijual seharga Rp. 34.800
  • LA dijual mulai dari harga Rp. 38.800 - Rp. 40.800
  • Gudang Garam dijual mulai dari harga Rp.40.500 - Rp. 44.800
  • Sampoerna Mild dijual sehargaRp.48.800
  • U Mild dijual seharga Rp.35.800
  • Dji Sam Soe Magnum Filter dijual seharga Rp.45.500
Namun semua pihak pengusaha rokok di atas membantah isu kenaikan tersebut. Bahkan Prof Hasbullah Thabrany sebagai peneliti 'Polling Phone Survey Rokok dan Jaminan Kesehatan Nasional' yang dijadikan sumber isu membantah merekomendasikan kenaikan harga rokok.


Baca Polling hasil penelitian yang menjadi Sumber Isu Naiknya Harga Rokok


Isu Kenaikan Harga Rokok 2016 - Kanal Pengetahuan


Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus