Sumber Isu Harga Rokok Naik 2016

Publikasi Selasa, 06 September 2016 oleh Achmad Maulidi,
Memasuki minggu awal di bulan September 2016 harga rokok di pasaran tidak mengalami kenaikan. Padahal pada bulan Agustus 2016 terjadi isu harga rokok akan naik menjadi 50.000 rupiah per bungkus yang mulai berlaku September 2016 ini. Meskipun isu tersebut telah dibantah oleh pemerintah, namun sebagian masyarakat tetap bertanya kapan berlaku kenaikan harga rokok sebesar hampir lebih 100 persen tersebut.

Lantas, dari mana sumber isu kenaikan harga rokok yang beredar di masyarakat tersebut? Ini sumber utamanya yang membuat heboh sebagian masyarakat Indonesia, baik itu konsumen, petani tembakau, produsen rokok dan pihak yang  terkait lainnya.

 Isu Harga Rokok Naik 2016

Sumber Isu Kenaikan Harga Rokok 


Pada Desember 2015-Januari 2016 Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) atau Center for Health Economic dan Policy Studies (Cheps) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI melakukan penelitian dengan judul  'Polling Phone Survey Rokok dan Jaminan Kesehatan Nasional'. Tujuan polling adalah untuk mengetahui seberapa besar publik mendukung kenaikan cukai rokok dan penggunaan dana cukai rokok untuk jaminan kesehatan nasional (JKN).

Penelitian yang dipimpin oleh Prof Hasbullah Thabrany  menggunakan sistem acak (systematic random sampling) yaitu menggunakan nomor awal telepon yang dilakukan secara acak dan selanjutnya diambil nomor telepon dengan interval 20.000. Penelitian pada lokasi pemilihan di 3 wilayah di Indonesia barat, tengah dan timur. 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 72,3 persen perokok sepakat harga rokok Rp 50.000/bungkus atau lebih akan membuat para perokok akan berhenti merokok. Dan inilah yang menjadi sumber isu kenaikan rokok. Dan sebagian netizen ikut menyebarkan harga rokok akan naik menjadi 50 ribu rupiah tanpa menulis asal-usul sumber.

Hasil Polling Harga dan Cukai Rokok serta JKN


Hasil polling yang dilakukan memberikan temuan-temuan penting mengenai pemahaman dan dukungan tentang harga dan cukai rokok serta JKN. Dari 1.000 responden yang menjawab dengan lengkap terdapat 610 laki-laki dan 390 perempuan dengan diketahui berusia 14-78 tahun, rata-rata berusia 32,9 tahun dengan standar deviasi 11,75 tahun, dan berdomisili di 34 provinsi di wilayah Indonesia. 

Sumber Isu Harga Rokok Naik 2016


Pendidikan tertinggi responden 50,7 persen tamat SMA dan 24,3 persen tamat perguruan tinggi. Sebagian besar responden 38,8 persen berpendapatan antara Rp 1-3 juta. Sebagian besar responden 26,2 persen yakni pegawai swasta, 21 persen usaha sendiri dan 6,8 persen pegawai negeri.

59 Persen responden merupakan peserta JKN. 13,2 Persen merupakan penerima bantuan iuran, PNS/pegawai swasta sebesar 19,9 persen dan 66,9 persen merupakan pekerja sektor non formal atau PBPU (peserta bukan penerima upah). Perokok yang merupakan peserta BPJS Kesehatan sebesar 54,9 persen.

Dari seluruh responden yang menggunakan BPJS untuk berobat sebesar 2,7 persen. Peserta JKN yang merokok memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk memanfaatkan rawat jalan daripada yang bukan merokok, sedangkan rawat inap tidak signifikan.

Berdasarkan analisis jawaban responden terhadap persepsi dan dukungan mereka terhadap kenaikan harga rokok, masyarakat yang merokok sebesar 41,5 persen dan paling banyak mengkonsumsi 1-2 bungkus per hari yaitu 49,2 persen. Responden menganggap harga rokok di Indonesia relatif mahal (42,8 persen), 32,6 persen sedang dan 18,1 persen murah. Sebanyak 80,3 persen responden setuju untuk menaikkan harga rokok dan cukai rokok untuk mendanai JKN.

Sebanyak 44,5 persen responden mengaku memiliki keluarga yang merokok yang umumnya anggota keluarga laki-laki. Sebanyak 96,8 persen mengaku mengetahui bahaya merokok dan sebanyak 60 persen yang merokok mengaku sulit berhenti merokok.

Sebesar 46 persen perokok setuju untuk menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu atau lebih akan mengurangi konsumsi rokok. 72,3 persen Perokok sepakat harga Rp 50 ribu atau lebih akan membuat perokok berhenti merokok. Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat mendukung kenaikan harga rokok tiga kali lipat akan berdampak pada penurunan konsumsi rokok.



Sumber Isu Harga Rokok Naik 2016 - Kanal Pengetahuan 



Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus