Dampak Konservasi Mangrove Bagi Perekonomian Masyarakat

Publikasi Minggu, 11 Desember 2016 oleh Achmad Maulidi,
Konservasi dan rehabilitasi dengan menanam mangrove, tidak hanya memberi dampak positif terhadap alam namun juga memberi kontribusi yang signifikan dalam memajukan perekonomian masyarakat. Dengan mengembangkan pengelolaan kawasan mangrove dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai. Tidak hanya bermanfaat terhadap pelestarian lingkungan juga dapat mengoptimalkan potensi wisata.

Untuk itu, peran pemerintah, masyarakat serta pihak swasta dalam pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata menanam dan merehabilitasi mangrove pada daerah yang memiliki pantai terutama adanya kerusakan pesisir pantai akibat abrasi.

Konservasi Mangrove Bagi Perekonomian Masyarakat Karangsong

Pentingnya Konservasi Mangrove


Melestarikan lingkungan hidup dan menjaga ekosistem pantai melalui penanaman Mangrove berdampak positif. Konservasi mangrove bermanfaat terhadap pelestarian lingkungan juga dapat mengoptimalkan potensi wisata dengan kehadiran wahana ekowisata Mangrove yang memiliki kontribusi positif terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar.

Selain pariwisata, tanaman mangrove memiliki nilai lebih secara ekonomi karena dapat menghasilkan produkproduk olahan mangrove seperti sirup, dodol, nastar dan selali. Adapun daun mangrove dapat menjadi bahan baku utama dalam pembuatan teh, bumbu pecel dan rempeyek.

Sebagai contoh yang nyata dampak konservasi mangrove bagi perekonomian masyarakat adalah kawasan Pantai Desa Karangsong, Indramayu. Hasil survei lapangan yang menemukan adanya kerusakan pesisir pantai Indramayu akibat abrasi, makan pada tahun 2010 kegiatan konservasi dan rehabilitasi dimulai salah satunya dengan penanaman Mangrove. Lebih dari 15.000 pohon mangrove telah ditanam dan Pertamina melalui RU VI Balongan berperan aktif sebagai perwujudan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan lewat program CSR Pertamina Hijau.

Kawasan Wahana Ekowisata Mangrove Karangsong


Saat ini, kawasan Pantai  Desa Karangsong dikenal sebagai Pusat Ekosistem Mangrove Karangsong dan menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Beberapa kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat Indramayu adalah menanam mangrove, workshop mangrove, kelas kuliner, hingga panggung hiburan dan bazaar. Selain itu masyarakat luar Indramayu juga dapat merasakan pengalaman berkeliling kawasan wahana Ekowisata Mangrove ini.

Sejak dibuka pada tahun 2015, lebih dari 50.000 wisatawan telah mengunjungi kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, Juga semakin menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar yang juga berpengaruh positif pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar desa wisata

Terpilihnya Indramayu sebagai Mangrove Center di Jawa Barat, diharapkan dapat menunjukkan potensi Indramayu ke masyarakat luas. Indramayu memliki berbagai seni budaya, kuliner, dan sentra industri yang masih dapat diangkat dan diperkenalkan. Dengan adanya Ekowisata Mangrove, Indramayu dapat melestarikan seni dan kebudayaannya. Nilai tambah ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat. Ke depan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap ekowisata seperti ini juga perlu ditingkatkan untuk menggerakkan perekonomian daerah secara optimal.

Sumber: Media pertamina.com


Dampak Konservasi Mangrove Bagi Perekonomian Masyarakat - Kanal Pengetahuan

Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus