Cara Pembayaran Pada Bisnis Gadai di Indonesia

Publikasi Minggu, 04 Desember 2016 oleh Achmad Maulidi,
Seperti yang kita ketahui, saat ini bisnis gadai bukan saja diselenggarakan oleh pemerintah, namun sudah banyak perusahaan lembaga keuangan bukan bank yang menyelenggarakan kegiatan peminjaman dana tunai dengan jaminan atau lebih dikenal dengan gadai. Sudah barang tentu, hal ini juga berkaitan dengan cara pembayaran pada bisnis gadai yang bisa berbeda.

Di Indonesia keberadaan pegadaian atau usaha gadai sudah cukup lama bahkan sebelum Belanda datang ke Indonesia. Namun perkembangan bisnis gadai berjalan mengikuti zaman sehingga sistem dan metode bisnis gadai di Indonesia menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Cara Pembayaran Pada Bisnis Gadai di Indonesia


SISTEM DAN METODE PADA BISNIS GADAI DI INDONESIA

Tujuan utama bisnis gadai adalah melakukan transaksi hutang-piutang dengan jaminan barang yang bernilai. Dalam sejarah pegadaian di Indonesia tercatat bahwa sebagian masyarakat sudah terbiasa melakukan gadai dengan jaminan tanah berdasarkan hukum adat pada masa sebelum Indonesia ada (Kerajaan di Nusantara). Meskipun tanah merupakan barang berharga tidak bergerak, namun untuk saat ini tidak lagi ditangani oleh perusahaan gadai di Indonesia.

Sistem dan metode pada bisnis gadai di Indonesia saat ini bergeser seiring minat masyarakat untuk memperoleh pinjaman dana tunai dengan agunan tertentu semakin meningkat. Di samping itu, banyaknya perusahaan atau lembaga yang menyelenggarakan pinjaman dengan sistem gadai berlomba menawarkan kemudahan bagi nasabahnya juga memberi program promo gadai.

Beberapa metode maupun sistem cara pembayaran pada bisnis gadai di Indonesia ada berbagai mekanisme, yang hampir dapat ditemukan di wilayah Indonesia, yaitu:

  1. Sistem pembayaran pegadaian konvensional. Pembayaran yang dilakukan oleh (nasabah (debitur) adalah dengan membayar bunganya saja secara rutin. Misalkan PT. Pegadaian (Persero) menerapkan sistem bunga dua mingguan sebesar 1,5%. dari pokok hutang yang bisa dibayarkan secara sekaligus di akhir periode. 
  2. Sistem pembayaran bunga yang dipotong saat pencairan. Metode ini diterapkan oleh beberapa leasing untuk pinjaman jangka pendek. Metode ini kurang populer di masyarakat namun umumnya diminati oleh kalangan pebisnis yang butuh uang cepat untuk pembayaran uang muka atau jatuh tempo proyek. 
  3. Sistem pembiayaan perbankan. Inilah metode bisnis pegadaian yang populer saat ini. Sistem amortisasi, dimana setiap bulan pihak nasabah membayar bunga dan cicilan pokok hutang. Banyak usaha gadai yang menerapkan sistem ini.  
  4. Sistem pembayaran penuh. Metode ini biasanya dilakukan oleh perorangan atau lebih dikenal dengan istilah rentenir. Pinjaman uang dibayar penuh berupa pokok hutang dan bunganya pada saat akhir periode yaitu saat pengembalian pinjaman. 
  5. Metode pengikatan bisnis. Ini sebenarnya bukanlah cara gadai yang sesungguhnya sebagai solusi pendanaan. Metode ini hanya diterapkan oleh perusahaan besar (misalnya distributor) kepada agen pengecer, untuk pengikatan pembayaran secara tempo. 


Cara Pembayaran Pada Bisnis Gadai di Indonesia - Kanal Pengetahuan

Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus