Pendorong Peningkatan Trend e-Commerce (Perdagangan Elektronik)

Publikasi Kamis, 28 Januari 2016 oleh Achmad Maulidi,
Salah satu pendorong utama masyarakat di berbagai negara untuk melakukan transaksi e-commerce atau perdagangan elektronik adalah makin mudahnya masyarakat dalam mendapatkan akses internet. World Customs Organization (WCO) mencatat bahwa pada tahun 2014 terdapat sekitar 3 milyar penduduk dunia yang memiliki akses internet, dan 40% di antaranya melakukan belanja online. Total belanja online di seluruh dunia saat ini mencapai USD 1.5 trilyun pertahun. Bahkan, angka ini diprediksi akan meningkat lagi menjadi USD 1.7 trilyun pada tahun 2015 atau naik sekitar 16%.

Peningkatan Trend e-Commerce (Perdagangan Elektronik)


Pertumbuhan  e-Commerce di Indonesia sendiri pada tahun 2014 terdapat 83,600,000 pengguna internet, dan 5,900,000 di antaranya (7.06%) melakukan belanja online. Pada tahun 2015 ini, angka tersebut telah meningkat menjadi 93,400,000 pengguna internet dengan 7,400,000 di antaranya melakukan belanja online, dan diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2016 hingga mencapai 102,800,000 pengguna dan 8,700,000 konsumen online.

Republik Rakyat Tiongkok mencatat perkembangan e-commerce yang sangat signifikan. Data Universal Postal Union (UPU) menunjukkan perkembangan transaksi e-commerce di China yang mencapai 30% per tahun, dan pertumbuhannya bahkan lebih cepat dibanding perdagangan umumnya. Transaksi online terbesar dilakukan melalui situs alibaba.com dengan nilai transaksi mencapai USD 57.1 milyar.

Pendorong Peningkatan Trend e-Commerce


Hal lain yang juga mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia dan negara lain adalah kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkannya ke konsumen, seperti banyaknya pilihan produk yang ditawarkan, perbandingan harga yang variatif, kemudahan layanan pembayaran online, serta kecepatan pengiriman barang sampai ke tangan konsumen (menggunakan perusahaan jasa titipan).

Dari sisi penjual, bisnis e-commerce memungkinkan setiap orang mempunyai kesempatan yang sama dan mudah untuk menjalankan bisnis tanpa harus mengurus perijinan, membuka tempat usaha, bahkan tidak perlu menawarkan produknya secara langsung kepada konsumen. Dalam forum APEC, pemanfaatan e-commerce juga disepakati sebagai salah satu sarana untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memperluas pasar usahanya sampai ke level perdagangan global.

Perkembangan pesat industri e-commerce juga telah menjadi perhatian tersendiri dalam forum pertemuan WTO tingkat menteri di Bali pada tahun 2013. Dalam kesempatan tersebut pertemuan tingkat menteri menyatakan kesepakatannya atas program kerja terkait e-commerce.
It shall take forward the issues emerging in the discussions and the evolving application of e-commerce to enhance economic/development, with special consideration of the situation in developing countries, particularly in least developed country (LDC) members and least connected countries. It shall continue to examine opportunities and challenges for access to electronic commerce by micro, small and medium-sized enterprises, including small producers and suppliers.  
Beberapa negara meningkatkan kerja sama internasional untuk mengawasi peningkatan e-commerce. Hong Kong, misalnya, melakukan joint-special operation, intelligence exchange, dan joint investigation dengan negara mitranya. Sedangkan Mexico melakukan pertukaran informasi dan data intelijen dengan negara-negara lain di Amerika Latin. Selain itu Mexico juga bekerja sama dengan French Customs untuk mengembangkan Cyber-Customs Project untuk mendeteksi cyber fraud. Philippines memandang penting untuk menjalin kemitraan dengan penyedia layanan online seperti Alibaba, E-Bay, dan Amazon, guna mendapatkan informasi mengenai nilai barang yang ditransaksikan untuk mengoptimalkan penerimaan bea masuk dan pajak dari barang kiriman impor dari luar negeri.

 (sumber warta bea cukai)

Pendorong Peningkatan Trend e-Commerce - Kanal Pengetahuan

Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus