Konferensi Kelautan Dunia (WOC)

Publikasi Kamis, 10 November 2016 oleh Achmad Maulidi,
Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference (WOC) merupakan pertemuan tingkat tinggi kepala pemerintahan yang memiliki wilayah laut dan pantai atau menjadi bagian dari komunitas kelautan dunia, yang diadakan untuk membahas masalah-masalah kompleks yang berkaitan dengan dunia kelautan internasional, antara lain terjadi penangkapan ikan yang berlebihan, pencemaran laut dan global warming, laut sebagai harapan masa depan yang diterima secara absolut untuk menunjang masa depan (perubahan paradigma) dan kecenderungan terjadinya masalah geopolitik yang bersumber dari laut.

Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) pertama kali diadakan di Indonesia pada tanggal 11-15 Mei 2009, di Manado Sulawesi Utara diharapkan dapat membahas isu-isu di bidang kelautan yang berpengaruh pada perubahan iklim dan menghasilkan kesepakatan internasional serta strategi dalam menggunakan sumberdaya kelautan untuk kemanfaatan bagi kehidupan manusia.

Konferensi Kelautan Dunia WOC 2009 Manado

Sejarah Konferensi Kelautan Dunia 


Berawal dari ide Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,  dimana pada waktu itu Presiden mengharapkan agar Gubernur atau Pimpinan Daerah tidak hanya mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) dan bantuan dana dari pusat, tetapi harus mencari terobosan dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada.

Bertitik tolak dari himbauan Presiden tersebut, Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundayang menjadi terpacu untuk mengangkat potensi alam di daerahnya khususnya potensi kelautan. Dengan dukungan dari pemerintah, awal 2007 Gubernur Sulawesi Utara berangkat ke Nairobi, Kenya, bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam rangka menghadiri Sidang Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nation Enviromental Program (UNEP).

Dalam forum UNEP gagasan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) dilontarkan oleh Gubernur yang berkaitan dengan masalah kelautan bagi kepentingan masa depan dunia dimana laut harus dijaga, dipelihara dan dikelola dengan penuh tanggung jawab agar dunia kelautan tetap memiliki kemampuan untuk mendukung proses percepatan pembangunan yang berkelanjutan bagi penguatan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pengharapan itu tidaklah berlebihan karena dari laut atau sumber daya perairan khususnya dalam hal lingkup hayati, laut menyimpan potensi perikanan dan organisme perairan lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, pakan, obat-obatan dan material.

Gagasan WOC langsung mendapat dukungan dari Direktur UNEP, dan dibawa ke Sekjen PBB. Sebagai bentuk dan dukungan atas gagasan tersebut pada bulan April 2007 International Sea Bed Authority (ISBA) Conference digelar di Manado dan dari hasil konferensi ini ditetapkan kota Manado sebagai tuan rumah penyelenggara WOC untuk yang pertama kali dan siap menjadi tempat menerima tamu-tamu dari seluruh belahan dunia.

Konferensi Kelautan Dunia Pertama


Manado berhasil menjadi tuan rumah Konferensi Kelautan Dunia atau dikenal dengan nama World Ocean Conference (WOC) pertama kalinya yang diikuti kurang lebih 7.000 delegasi dari 121 negara dengan dihadiri oleh enam kepala negara terkait, yakni Indonesia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini, Malaysia, dan Solomon Islands, serta Pejabat Tinggi negara pendukung, yakni Amerika Serikat dan Australia.

Konferensi Kelautan Dunia (WOC) yang mengambil tema “Climate Change Impacts to Ocean and The Role of Ocean to Climate Change” ini memfokuskan pembahasan pada agenda-agenda kelautan yakni, Tata kelola kelautan (Ocean Governance), Pengelolaan lingkungan laut berkelanjutan (Ocean environment and sustainability), Mitigasi Bencana Laut (Ocean disaster mitigation), dan laut sebagai harapan masa depan (Ocean as the Next Frontier).

Secara umum tujuan penyelenggaraan World Ocean Conference antara lain :

  1. Meningkatkan saling pengertian berbagai pihak mengenai perubahan iklim dan dampaknya pada kesejahteraan sosial, kondisi ekonomi masyarakat dan kondisi ekologi laut serta peranan laut dalam menentukan fenomena perubahan iklim. Perlunya mitigasi dan penyesuaian yang terukur untuk menghadapi perubahan iklim. 
  2. Mengembangkan komitmen yang kuat dari masyarakat global dan mendiskusikan kemajuan kelautan dunia dalam hubungannya dengan peranan laut dalam proses perubahan iklim dan pengaruh perubahan iklim pada laut.

Konferensi Kelautan Dunia (WOC) - Kanal Pengetahuan

Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus