Perbedaan Hacker dan Cracker

Publikasi Minggu, 12 Juni 2016 oleh Achmad Maulidi,
Sering kali kita mendengar istilah hacker daripada cracker. Hacker atau istilah Indonesia peretas umumnya dikaitkan dengan kegiatan merusak, kejahatan atau hal negatif lainnya. Padahal ada perbedaan antara hacker dan cracker meskipun keduanya memiliki prinsip kerja yang sama yaitu mencari celah kelemahan atau lubang keamanan suatu sistem.

Seseorang yang melakukan teknik hacking atau cracking bertujuan untuk melakukan penyusupan ke dalam sistem, baik dengan alat bantu (tools) atau dengan menggunakan fasilitas sistem itu sendiri untuk melakukan menyerang terhadap kelemahan pada lubang keamanan yang terdapat dalam sistem atau layanan tersebut. Dengan kata lain, hacker dan cracker berusaha mendapatkan akses penuh ke dalam sistem dengan cara apapun. Namun tujuan akhir dari melakukan teknik ini merupakan perbedaan hacker dan cracker yang utama karena memiliki niat, mentalitas dan integritas yang berbeda jauh.

Hacker akan mencari kelemahan suatu sistem dan hasil temuannya akan diberitahukan kepada pemilik sistem atau dipublikasikan secara umum bahwa sistem tersebut terdapat kelemahan. Biasanya hacker akan memberikan pendapat yang mungkin bisa memperbaiki kelemahan sistem tersebut atau memperbaiki dengan cara yang legal. Berbeda dengan cracker, kelemahan yang ditemukan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi seperti pencurian data, mengubah data dan lain sebagainya.

Perbedaan Hacker dan Cracker

Perbedaan Hacker dan Cracker

Beberapa perbedaan hacker dan cracker dapat juga diketahui dari kegiatan yang dilakukannya, seperti: 

Hacker
  1. Hacker dalam menganalisa kelemahan suatu sistem tanpa merusak aslinya dikarenakan hanya mencari kelemahan atau celah keamanan. 
  2. Hacker memiliki etika serta mengetahui dan menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
  3. Hacker tidak segan-segan untuk berbagi ilmu kepada orang lain yang serius untuk ilmu pengetahuan dan kebaikan.
  4. Hacker memiliki komunitas yang jelas dan terbuka untuk memperdalam ilmu dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi bagi sesama hacker.
Cracker
  1. Cracker dalam menganalisa kelemahan bersifat merusak atau mengacak-acak karena hanya untuk keuntungan atau kepentingan sendiri yang bisa merugikan pihak lain. 
  2. Cracker bersifat tersembunyi dengan menggunakan IP address yang sulit dilacak.
  3. Cracker memiliki komunitas bersifat tertutup dan tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

Hacker adalah seorang Programmer 

Pengertian Hacker adalah orang yang mempunyai ilmu dan kemampuan dalam bidang informatika atau orang yang ahli dalam suatu sistem atau jaringan pada komputer. Untuk menjadi seorang hacker bukan usaha yang mudah, memerlukan pendalaman ilmu sebagai programmer bahkan sistem analis. Dengan demikian hacker masuk dalam ruang lingkup programmer yang mampu membuat program, mampu memperbaiki dan menganalisis suatu sistem atau jaringan dan bisa memecahkan masalah dengan dengan memanipulasi kode komputer.

Hanya saja,seorang programmer bisa akan menjadi developer (pengembang) untuk menciptakan sesuatu yang sesuai dengan seperangkat prinsip-prinsip desain dan implementasi. Atau menjadi seorang hacker yang mampu membuat hal-hal baru dari yang sudah ada seperti memodifikasi secara signifikan untuk mengubah fungsinya. Namun jika menjadi hacker untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri setelah mengetahui kelemahan suatu program atau sistem, hal itu sudah merupakan pekerjaan cracker.

Bagaimanapun juga hacker tetap diperlukan sebagai penguji keamanan karena mengerti sistem dan dapat mengalahkan kontrol keamanan yang ada. Namun tidak untuk cracker (hacker pencuri). Seorang Hacker yang sebenarnya menganggap dirinya: ”I’m not hacker, i’m a security profesional.”  Itulah yang menjadikan perbedaan antara hacker dan cracker.


 Perbedaan Hacker dan Cracker - Kanal Pengetahuan




Posting Komentar

Gunakan Nama yang wajar. Promosi, Out Of Topic, Link aktif akan dihapus