Perkembangan dan Sejarah Konsep Manajemen

Banyak ahli mendefinisikan pengertian manajemen berbeda-beda, namun kesemuanya memiliki konsep yang hampir sama yaitu sebuah proses pengelolaan kegiatan kerja yang diselesaikan secara efektif dan efisien melalui orang lain. Manajemen dapat dikatakan sebagai ilmu sekaligus seni karena mempelajari bagaimana mengelola manusia melalui orang lain.

Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan seperti: Perencanaan, Pengawasan, Pengorganisasian dan Kegiatan yang dilakukan untuk menentukan pencapaian sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Perkembangan dan Sejarah Konsep Manajemen telah mengalami perkembangan sepanjang waktu yang tidak terlepas dari para ahli manajemen mengembangkan ilmu sesuai perkembangan zaman yang berlaku pada saat itu. Secara umum perkembangan teori manajemen dapat dibagi 4 yaitu :

1. Konsep Manajemen Ilmiah (1870 – 1930)

Perkembangan konsep manajemen ilmiah lahir karena adanya kebutuhan untuk menaikkan produktivitas dan dipelopori oleh Fredrik Taylor (yang sering disebut Bapak manajemen ilmiah).

Konsep yang merupakan inti manajemen ilmiah adalah :

  • Mengganti cara tidak teratur dengan ilmu pengetahuan yang sistematik.
  • Mengusahakan keharmonisan dalam gerakan kelompok.
  • Mencapai kerjasama manusia, bukan individualisme.
  • Menghasilkan output yang maksimal, bukan output yang terbatas.
  • Mengembangkan pekerja sampai taraf setinggi-tingginya untuk kesejahteraan maksimum mereka sendiri.

Selain Frank, seorang ahli manajemen ilmiah Lilian Gilbreth memelopori manajemen waktu sebagai ilmu yang menganalisis tugas sampai pada gerak fisik dasar. Tokoh lain adalah Henry Grant dan Harrington Emerson.

2. Konsep Manajemen Klasik (1900 – 1940)

Pada konsep manajemen klasik ini, menurut Henry Fayol manajemen adalah sebuah kegiatan umum dari semua usaha manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan rumah tangga. Pada perusahaan ada 5 bidang kegiatan manajemen, yaitu teknis (produksi), komersial (pemasaran), keamanan, akuntansi, dan manajerial.

Ada 14 prinsip umum manajemen klasik yang merupakan kebenaran universal yaitu:

  1. Pembagian kerja
  2. Otoritas
  3. Tata tertib
  4. Kesatuan komando
  5. Kesatuan arah
  6. Subordinasi kepentingan-kepentingan individu terhadap kepentingan umum
  7. Balas jasa
  8. Sentralisasi
  9. Rantai skalar / hirarki
  10. Tatanan
  11. Kesamaan
  12. Kemantapan para karyawan dalam pekerjaannya
  13. Inisiatif
  14. Semangat korps.

Teori manajemen klasik oleh sebagian ahli masih diterima sampai sekarang. Pelopor Manajemen klasik Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follet, Herberd Simon, Chester I. Banard.

3. Konsep Manajemen Hubungan Manusiawi (1930 – 1940)

Teori manajemen hubungan manusia adalah teori yang menggambarkan cara-cara bagaimana manajer berhubungan dengan bawahannya, yang dipelopori oleh Hawthorn studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, dan Hugo Munsterberg.

Hawthorn studies mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas adalah faktor perilaku manusia dan sosial. Pekerja akan bekerja lebih keras kalau mereka yakin bahwa supervisor memberi perhatian kepada mereka.

Menurut Hugo Munstenberg, produktifitas dapat ditingkatkan dengan 3 jalan :

  1. Menemukan orang yang terbaik.
  2. Menciptakan kondisi psikologis dan pekerjaan yang terbaik.
  3. Menggunakan pengaruh psikologis untuk mendorong karyawan.

4. Konsep Manajemen Modern (1940 – sekarang)

Konsep manajemen modern merupakan perluasan manajemen ilmiah yang mulai berkembang sejak tahun 1940 an. Pada konsep ini banyak penggunaan manajemen sains atau manajemen operasi atau riset operasi seperti ilmu matematika, fisika, untuk memecahkan masalah operasional sebagai pendekatan ilmu manajemen.

Pelopornya adalah Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas Mc Gregor, Edar Schien, David Mc Cleland, Robert Blake and Jane Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker dan ahli-ahli manajemen operasi/manajemen sains.

Dalam manajemen modern, konsep manajemen dibagi menjadi :

  • Manajemen berdasarkan hasil.
  • Manajemen berdasarkan tanggungjawab sosial.
  • Manajemen berdasarkan sasaran.
  • Manajemen berdasarkan pengecualian.
  • Manajemen terapan.

Disarikan dari beberapa sumber

 

Perkembangan dan Sejarah Konsep Manajemen – Kanal Pengetahuan

You May Also Like

About the Author: Kanal Pengetahuan

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *