Sejarah Singkat Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong) Kelenteng Pamekasan

Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong) Pamekasan merupakan salah satu dari 3 kelenteng yang ada di Madura. Lokasi Kelenteng Pamekasan ini terletak di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan (14 Km sebelah timur kota Pamekasan, sekitar Pantai Talang Siring).

Awalnya Kelenteng Pamekasan merupakan sebuah bangunan bercungkup dengan atap daun kelapa yang dibangun sekitar awal tahun 1900-an untuk menampung penemuan patung-patung dari kerajaan Majapahit yang dikirim untuk salah satu kerajaan di Pamekasan.

Sejarah Singkat Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong) Kelenteng Pamekasan

Sekitar tahun 1400 M keraton Jamburingin (Proppo-Pamekasan) berencana membuat candi sebagai tempat ibadah. Majapahit sebagai penguasa wilayah Jamburingin membantu pembangunan candi dengan mengirim beberapa arca (patung) pemujaan.

Patung-patung tersebut dikirim dengan kapal laut lewat pelabuhan Talang yang berjarak kurang lebih 35 km dari Jamburingin. Namun pengiriman ke lokasi candi gagal karena angkutan rusak. Akhirnya penguasa kraton Jamburingin memutuskan untuk membangun candi di sekitar pelabuhan Talang.

Dalam waktu bersamaan, agama Islam yang mulai tersebar di daerah Pamekasan mendapat sambutan baik dari penduduk, akhirnya pembangunan candi di pantai Talang pun tak terlaksana juga. Patung-patung kiriman dari Majapahit ditinggalkan orang, terbengkalai dan lenyap terbenam tertimbun tanah.

Pada awal 1800-an patung-patung tersebut tidak sengaja ditemukan kembali oleh seorang petani saat menggarap ladangnya. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda menugaskan Bupati Pamekasan saat itu yaitu Raden Adullatif Palgunadi yang bergelar Panembahan Mangkuadiningrat I (tahun 1804-1842) untuk mengangkat dan memindahkan patung-patung tersebut ke Kadipaten Pamekasan.

Namun, entah mengapa, patung-patung tersebut gagal lagi untuk diangkut. Akhirnya patung-patung tersebut tetap berada di tempat semula ketika saat ditemukan.

100 tahun kemudian, sekitar tahun 1900 sebuah keluarga keturunan Tionghoa membeli tanah (ladang) dimana patung-patung tersebut berada. Setelah dibersihkan diketahui bahwa patung -patung tersebut adalah patung-patung BUDHA versi Majapahit dalam aliran Mahayana yang banyak penganutnya di daratan Cina.

Patung-patung tersebut dikumpulkan dalam sebuah bangunan bercungkup dengan atap daun kelapa. Seiring waktu mulai dibenahi dan jadilah Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong) Kelenteng Pamekasan sampai saat sekarang.

Patung Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong)

 

Salah satu patung yang berukuran besar ternyata patung AVALOKITESVARA BODHISATVA merupakan versi Majapahit yang aslinya bernama KWAN IM PO SAT dengan ukuran: tingginya 155 sentimeter, tebal tengah: 36 cm dan tebal bawah: 59 cm.

Sumber:

  1. Sejarah Singkat Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong) Kelenteng Pamekasan ini seperti yang dikisahkan Ketua Kelenteng Pamekasan Kosala Mahinda.
  2. http://lenterakecil.com/vihara-avalokitesvara-pamekasan-madura/

 

Sejarah Singkat Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong) Kelenteng Pamekasan

You May Also Like

About the Author: Kanal Pengetahuan

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *