3 Cara Produktif Menghabiskan Kuota Bicara Perempuan

Kuota Bicara Perempuan

Otak perempuan dianugerahi Tuhan protein bicara 30% lebih banyak daripada laki-laki. Itulah sebabnya perempuan lebih suka dan lebih banyak berbicara dibandingkan dengan kaum Adam. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan perlu mengeluarkan 20.000 kata per hari. Jumlah ini 13.000 lebih banyak dibandingkan jumlah kata yang diucapkan laki-laki. Sayangnya, tidak semua cara menghabiskan kuota bicara itu bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat. Tak jarang yang muncul malah aktivitas bergosip. Adakah cara produktif untuk menghabiskan kuota bicara perempuan? Ada.

Sebelum membahas cara produktif menghabiskan kuota bicara perempuan, ada baiknya kita  melihat keuntungan perempuan diciptakan dengan kemampuan berbicara yang tinggi. Perempuan ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan anak. Ini sudah pasti. Tidak ada laki-laki yang bisa melakukannya sekalipun dia seorang lelaki super.

Pada masa awal kehidupan manusia, seorang bayi akan mempelajari banyak hal, termasuk di dalamnya mengenal suara dan pembicaraan. Sungguh sebuah karunia dari Tuhan yang membekali perempuan dengan kemampuan berbicara yang luar biasa, untuk membentuk generasi penerus yang juga bisa berbicara. Sebagaimana kita ketahui, tidak ada makhluk kasat mata lain di muka Bumi yang mampu berbicara kecuali manusia.

Cara Produktif Menghabiskan Kuota Bicara Untuk Perempuan

Ada banyak cara menghabiskan kuota bicara bagi perempuan, namun setidaknya ada 3 (tiga) hal pokok yang bisa dilakukan agar produktif.

Baca juga:  Tips Memulai Bisnis Tas Seminar Bandung

1. Menulis

Cara produktif pertama untuk menghabiskan kuota bicara perempuan adalah dengan menulis. Hampir semua perempuan suka menuliskan isi hatinya. Ini adalah isyarat yang jelas bahwa perempuan seyogianya menulis. Menulis apa saja, yang penting menulis. Lewat tulisan, perempuan bisa mengeluarkan segala beban di hatinya, membagi kebahagiaannya, mencatat sejarah hidupnya.

Anda tak usah terlalu muluk membayangkan menulis buku dulu, tulislah apa saja yang tersirat di benak Anda. Menulis pun sekarang bisa dilakukan di banyak media. Kalau dulu menulis di buku harian, kini menulis bisa di status media sosial seperti Facebook atau WhatsApp.

Awalnya mungkin tidak mudah, tetapi dengan latihan terus-menerus perempuan bisa memanfaatkan media sosial untuk menghabiskan kuota bicaranya tanpa perlu berbicara. Benar, menulis memang jalan sunyinya berbicara.

Sebagai langkah awal, cobalah untuk menulis, bukan menyalin tempel tulisan orang lain. Boleh saja menyalin tempel tulisan orang lain, namun berikan satu atau dua kalimat pembuka yang asli milik Anda sendiri. Lambat-laun perempuan bisa menjalin kata-kata yang indah, bermakna, dan bertanggung jawab dalam tulisannya, meskipun hanya di status.

Baca juga:  Candi Bawah Laut di Pemuteran Bali

Bagi yang memiliki hasrat untuk menulis lebih jauh lagi, sarana blog atau aplikasi penulisan novel daring bisa jadi pilihan. Blog bisa menjadi ladang berkreasi kata-kata, seperti yang saya lakukan di blog saya www.damarojat.

Menulis, selain bermanfaat untuk menyalurkan kuota bicara perempuan, kegiatan ini juga bisa mencegah kepikunan di hari tua. Luar biasa bukan?

2. Membaca

Membaca bisa menyalurkan kuota bicara perempuan? Ya, bisa. Membaca yang bukan sekadar membaca, melainkan membaca dengan suara keras. Para ibu yang memiliki anak balita mungkin sudah akrab dengan kegiatan membaca dengan suara keras ini, yakni saat membacakan cerita atau dongeng untuk anak.

Betul sekali. Caranya sama dengan itu. Hanya saja bacaan yang dibaca bisa lebih bervariasi. Ketika Anda merasa perlu memakai semua kuota bicara, cobalah untuk membaca materi yang disukai. Apa saja. Misalnya Anda tertarik dengan dunia politik bisa membaca berita politik dari ponsel dengan suara keras. Bayangkanlah diri Anda menjadi seorang pembawa acara berita.

Atau Anda suka belajar bahasa asing? Cobalah membaca teks dalam bahasa asing tersebut dengan suara keras. Suara keras di sini tidak perlu hingga membuat tetangga Anda bertamu, ya. Secukupnya saja, yang penting terdengar oleh diri sendiri dan sekeliling.

Baca juga:  Penderita Dengan Diagnosa Penebalan Dinding Rahim Bisakah Tetap Sembuh?

Alternatif lain adalah dengan membaca kitab suci. Bagi kaum muslimah yang terbiasa membaca Alquran dengan suara merdu, Anda sudah ada di jalan yang tepat untuk menghabiskan kuota bicara Anda.

3. Merekam Suara

Anda punya waktu luang untuk merekam suara? Kenapa tidak merekam suara dalam bentuk siniar alias podcast? Saat ini banyak orang mencoba membangun saluran siniar mereka dengan aneka cerita yang menarik. Anda bisa ambil bagian di sana. Pilih topik yang Anda sukai dan kuasai, lalu mulailah membuat siniar. Cara ini tak hanya bisa menghabiskan kuota bicara dalam waktu singkat, namun juga punya nilai tambah. Wawasan Anda bertambah, kemampuan teknis pun meningkat.

Demikian 3 cara produktif menghabiskan kuota bicara perempuan. Yang mana yang paling pas untuk Anda? Yang pertama seperti Menjadi Mom Blogger Produktif, kedua atau ketiga? Atau semuanya? Pilih yang paling sesuai untuk Anda, lalu berkembanglah. Semoga bermanfaat.

 

Cara Produktif Menghabiskan Kuota Bicara Perempuan

You May Also Like

About the Author: Kanal Pengetahuan

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *