Balanced Scorecard (BSC) Konsep dan Manfaat

Balanced Scorecard (BSC) atau Kartu skor berimbang adalah alat pengukur kinerja dalam mencatat rencana kerja yang akan dicapai pada masa yang akan datang beserta capaian kinerjanya dengan menerapkan keseimbangan antara faktor finansial dan non-finansial, strategi jangka panjang dengan jangka pendek, serta keseimbangan antara perspektif internal (kepentingan semua pihak dalam organisasi) dan eksternal.

Sistem Manajemen Kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSC) telah diimplementasikan pada banyak organisasi baik itu private/corporate maupun publik sebagai alat sistem manajemen yang menerjemahkan visi dan strategi ke dalam action melalui pengelolaan indikator.

Konsep Balanced Scorecard (BSC)

Balanced Scorecard (BSC) diperkenalkan pertama kali oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton tahun 1990. Alumnus Harvard University ini melakukan sebuah riset tentang pengukuran kinerja perusahaan dengan hasil yang mengejutkan.

Kaplan dan Norton menemukan fakta bahwa penyebab utama kegagalan organisasi yaitu:

Pertama ketidakmampuannya dalam menjalankan strateginya (kurang dari 10% organisasi yang mampu menjalankan strateginya). Kegagalan dalam menjalankan strategi ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu pertama, sedikitnya pegawai yang memahami strategi organisasi (vission barrier). Dari hasil survei yang mereka lakukan, hanya 5% dari total pegawai suatu organisasi yang mengerti strategi organisasi. Berarti 95% pegawai berjalan bagai orang buta yang tidak tahu kearah mana organisasi menuju.

Kedua, Kaplan dan Norton menemukan fakta bahwa hanya 25% manajer yang mengaitkan insentif dengan strategi (people barrier). Padahal, insentif merupakan salah satu motivator efektif untuk mendorong pegawai bekerja sesuai target organisasi. Tentu tidak mungkin organisasi menggerakkan pegawainya dengan ancaman-ancaman saja. Karena jika itu dilakukan, yang terjadi justru penolakan dan demonstrasi.

Ketiga, hasil penelitian Kaplan dan Norton mengungkap fakta bahwa para eksekutif (pimpinan yang berwenang mengambil keputusan), lebih banyak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang rutinitas dan tidak strategis (management barrier). Delapan puluh lima persen pihak eksekutif hanya menggunakan waktu kurang dari satu jam dalam satu bulan untuk membicarakan strategi organisasi. Tentu dengan alokasi waktu yang sangat pendek, tak mungkin pimpinan dapat merumuskan strategi organisasi yang berkualitas dan dapat dijalankan.

Keempat, sumber daya yang dimiliki organisasi tidak tepat dialokasikan (resource barrier). Dari hasil penelitian, hanya 40 % organisasi yang mengaitkan anggaran organisasi dengan strategi yang dimiliki. Berarti, mayoritas resource yang dimiliki organisasi (60%) dimanfaatkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan tujuan yang hendak dicapai organisasi.

Berdasarkan fakta-fakta yang ada itulah, Kaplan dan Norton memperkenalkan konsep BSC sebagai suatu sistem manajemen kinerja. Sistem yang mencoba menyeimbangkan kepentingan-kepentingan semua pihak dalam organisasi, untuk kemudian dirumuskan sebagai tujuan bersama atau tujuan organisasi.

Manfaat BSC atau Kartu Skor Berimbang

Dengan memahami konsep berpikir Kaplan dan Norton, maka banyak manfaat yang diperoleh organisasi maupun individu-individu yang ada dalam organisasi dengan menerapkan BSC sebagai sistem manajemen kinerja.

Berikut adalah sebagian manfaat-manfaat tersebut.

Penetapan visi dan strategi

Pengertian istilah Balanced Scorecard (BSC) terdiri atas dua kata yaitu, kata ‘scorecard’ yang berarti kartu skor dan ‘balanced’ yang berarti berimbang. Kartu skor berfungsi untuk mencatat rencana kinerja yang akan dicapai pada masa yang akan datang beserta capaian kinerjanya.

Kata berimbang berarti adanya keseimbangan antara faktor finansial dan non-finansial, strategi jangka panjang dengan jangka pendek, serta keseimbangan antara perspektif internal (kepentingan semua pihak dalam organisasi) dan eksternal.

Oleh karena itu, visi seharusnya mencerminkan mimpi bersama dari seluruh elemen organisasi tentang kondisi ideal yang diharapkan. Dan BSC bisa menjadi alat sistem manajemen yang menerjemahkan visi dan strategi ke dalam action melalui pengelolaan indikator pengukuran kinerja (IKU) yang koheren.

Komunikasi antara para pimpinan dengan seluruh pegawai

BSC akan memperkenalkan pada berbagai istilah yang menjadi komponen BSC, seperti peta strategi, IKU, target, inisiatif strategis. Peta strategi merupakan panduan bagi seluruh unsur organisasi dalam menjalankan organisasi. Salah satu kesulitan dalam organisasi adalah menerjemahkan tujuan yang bersifat abstrak ke dalam strategi yang bersifat konkrit.

Peta ini menggambarkan strategi yang dilakukan (konkrit) untuk mencapai tujuan (abstrak) tersebut. Ini pula salah satu fungsi BSC, yakni menerjemahkan hal-hal yang bersifat normatif ke hal yang bersifat definitif sehingga dapat diukur.

Dengan demikian, perumusan BSC bersifat dari atas ke bawah (top down process). Menjadi tugas pimpinan untuk menterjemahkan tujuan organisasi yang bersifat abstrak menjadi strategi yang lebih definitif dan mudah dimengerti seluruh pegawai. Jadi, BSC menjadi jembatan komunikasi antara para pimpinan dengan seluruh pegawai dalam organisasi.

Ukuran atas pencapaian hasil kinerja

BSC juga memperkenalkan indikator pengukuran kinerja (IKU), target, dan inisiatif strategi. IKU merupakan ukuran atas pencapaian hasil kinerja dari kegiatan/ program yang ditetapkan. Target adalah dasar untuk menetapkan keberhasilan dengan cara membandingkan realisasi dengan target.

Sedangkan inisiatif strategi merupakan aktivitas/kegiatan/proyek spesifik yang harus diimplementasikan dalam rangka mendukung pencapaian sasaran strategis. Dengan kata lain, inisiatif strategis merupakan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencapai target dan mengukur tingkat keberhasilan terhadap tujuan.

Dapat disimpulkan bahwa IKU, target, dan inisiatif strategi sesungguhnya adalah alat peringatan dini sekaligus instropeksi. BSC memberitahu apakah kegiatan yang telah dilakukan sejalan dengan tujuan organisasi, sekaligus media untuk melakukan evaluasi dan koreksi terhadap kinerja semua unsur organisasi.

 

Balanced Scorecard (BSC) – Kanal Manajemen

You May Also Like

About the Author: Kanal Pengetahuan

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *