Efektivitas Perilaku Organisasi

Setiap organisasi berusaha untuk bertahan hidup dengan berproses sedemikian rupa sehingga organisasi lain dapat berinteraksi dengan organisasi tersebut. Atas dasar itu, organisasi harus menentukan sasaran dan tujuannya. Setiap organisasi memiliki harapan (expectation), yang biasanya dituangkan dalam tujuan organisasi, misi, dan visi organisasi.

Lantas bagaimana dengan efektivitas perilaku organisasi? Hal ini berkaitan dengan proses baik buruknya organisasi yang akan dapat meningkatkan atau menurunkan tingkat efisiensi yang berdampak pada pencapaian sasaran pada periode berikutnya.

Oleh karena itu, pendiri dan pelaku organisasi menginginkan agar semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pelaku organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Agar dapat mencapai harapan tersebut organisasi harus dapat berproses melalui interaksi baik di tingkat individu atau kelompok dalam organisasi maupun di luar organisasi.

Efektivitas Perilaku Organisasi

Efektivitas perilaku organisasi dapat dievaluasi dengan melihat dua hal, yaitu (1) pencapaian sasaran dan (2) proses pelaksanaan organisasi, yang tercermin dalam perilaku organisasi ketika berinteraksi dengan lingkungan internal dan eksternal.

Baik pencapaian sasaran maupun proses pelaksanaan organisasi memiliki peran yang sama penting bagi organisasi karena pencapaian sasaran yang tidak disertai dengan proses pelaksanaan organisasi yang baik akan mengakibatkan usaha pencapaian sasaran tidak dapat berlangsung lama.

Dengan kata lain, proses organisasi yang buruk akan dapat menurunkan tingkat efisiensi yang berdampak pada menurunnya pencapaian sasaran pada periode berikutnya, dan sebaliknya.

Agar pencapaian hasil sesuai dengan harapan, seluruh proses interaksi internal dan eksternal harus dapat terlaksana dengan tingkat efektivitas sesuai target organisasi.

Kunci keberhasilan proses organisasi ini terletak pada pengelolaan manusia. Pengelolaan manusia yang baik adalah motor utama organisasi agar semua bagian mampu berproses atau berinteraksi secara efisien untuk mencapai sasaran organisasi.

Sedangkan, penggunaan struktur organisasi dan penerapan peraturan serta kebijakan hanyalah merupakan alat bantu organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, pengelolaan sumber daya manusia tidak semudah pengelolaan sumber daya yang lain seperti halnya faktor produksi, karena manusia memiliki emosi, persepsi, nilai, dan stres yang memengaruhi motivasi untuk bekerja serta rawan konflik baik di tingkat individu maupun kelompok.

Sebagai contoh. Sebuah pengertian organisasi berbentuk perusahaan yang bergerak dalam industri furniture memiliki sejumlah karyawan yang bekerja di bagian produksi, bagian pengendalian kualitas, dan bagian gudang untuk menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan permintaan pasar.

Mereka saling bekerja sama, berinteraksi, dan bersinergi satu sama lain untuk menghasilkan produk tersebut.

Semua kebutuhan bahan baku untuk kegiatan mereka dipasok oleh bagian pembelian yang bertugas mencari dan memperoleh bahan baku dari pihak lain yang berada di luar perusahaan.

Karyawan di bagian pembelian banyak berinteraksi dengan pihak luar dan harus memelihara hubungan baik dengan pemasok untuk menjaga kesinambungan persediaan bahan dengan kuantitas, kualitas, dan harga yang sesuai.

Berbeda dengan karyawan yang bekerja di bagian produksi, pengendalian kualitas, dan pergudangan, yang lebih banyak berinteraksi secara internal dengan karyawan dalam perusahaan.

Demikian pula dengan karyawan di bagian pemasaran, mereka lebih banyak berhubungan dengan pelanggan dan distributor untuk memasarkan hasil produksi dengan jumlah dan harga tertentu.

 

Efektivitas Perilaku Organisasi

You May Also Like

About the Author: Kanal Pengetahuan

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *